Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

07 Agustus 2021

Oleh : Indra Kelana

Pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan keterkaitannya. Kebudayaan pada prinsipnya merupakan media yang memungkinkan pendidikan dalam ruang lingkup keluarga dan masyarakat dapat berlangsung dengan baik. Dalam sebuah negara yang sedang berkembang modernisasi akan berhasil apabila pendidikan keluarga dan masyarakat menggunakan budaya masyarakatnya, terutama dalam mengembangkan modernisasi melalui simbol-simbol dan bentuk komunikasi tradisional. 

Prof. Usman Pelly, Ph.D dalam bukunya “Etnisitas Dalam Politik Multikultural” (Casa Mesra Publisher, 2015) memandang dari segi antropologi, sekolah dilihat sebagai suatu sub-kultur yang memiliki wawasan, ritme kehidupan, tata nilai dan program tersendiri untuk mentransmisikan suatu akumulasi warisan budaya yang meliputi : 
Cara berpikir (mode of thinking), Perbuatan (acting), Perasaan (feeling), Sistem simbol yang dapat membedakan dan membagi pengalaman kedalam bagian-bagian yang dapat diidentifikasi, Kebiasaan (habit), Ekspresi standart ukuran perbuatan, Hukum (termasuk adat istiadat), Politik, Agama, Kelembagaan atau institusi ekonomi (yang menekankan status tertentu), Keterampilan, teknologi dan artifacts (Connerta 1977, Herkovit 2000)

Menurut beliau, pendidikan disekolah sering dilihat secara sempit terutama oleh kebanyakan guru yang terlalu memusatkan diri pada proses belajar dikelas (class room interaction). Seakan sekolah terlepas dari konteks sosial masyarakat pendukung budaya dimana sekolah itu berada. Seyogianya seorang guru tidak hanya melihat sekolah itu sebagai tempat “transmission of knowledge and skill”, tetapi juga sebagai “transmission of way of life” dan “transmission world view”. Sebab, ketiga fungsi pendidikan itu perlu dilandasi oleh budaya keluarga anak-anak itu sendiri, agar mereka dapat tumbuh menjadi manusia yang memiliki jati diri sendiri. 

Pengalaman Tragis Masyarakat Samoa 
Kepulauan Samoa adalah daerah protektorat Amerika Serikat yang terletak dilautan pasifik. Letak geografis kepulauan ini sangat strategis, menghubungkan benua Amerika dengan Asia dan Australia, serta daerah disekitar Filipina dan Indonesia. Perang Dunia II telah membuktikan posisi strategis Kepulauan Samoa sebagai jembatan Jenderal Mac Arthur, Panglima Tentara Sekutu di Pasifik masa itu, mengalahkan kembali Jepang dan memenangkan Perang Dunia ke II. 

Pemerintah Amerika Serikat berkeinginan agar rakyat Samoa menjadi bagian integral dari rakyat Amerika. Karena itulah pemerintah Amerika Serikat membangun pilot proyek pendidikan modern metode jarak jauh dengan menggunakan media TV untuk anak-anak di Kepulauan Samoa. Sedangkan kurikulum dan perencanaan pendidikan lainnya disiapkan dalam sebuah paket. Paket demi paket ditayangkan melalui TV dari San Francisco, kesekolah-sekolah yang dibangun dikepulauan itu, dimana murid-murid pribumi Samoa mengikuti pelajaran dengan bantuan beberapa orang instruktur yang sudah dididik menjadi fasilitator dari Amerika. Pendidikan jarak jauh melalui TV ini disebut “Teaching Box” . 

Setelah proyek pendidikan ini berjalan satu dekade (sepuluh tahun), diluar dugaan pemerintah Amerika Serikat, ternyata telah memberikan dampak tragis kepada masyarakat Samoa. Dari satu sisi pendidikan jarak jauh ini, telah menghasilkan generasi muda yang berpendidikan modern dalam pengertian formal telah sampai pada  jenjang SMP. Namun dalam sisi lain, generasi muda ini tidak merasa bahagia dalam menjalani kehidupan ditengah masyarakat Samoa. Mereka merasa terasing dari budaya masyarakatnya sendiri, dampak dari perasaan terelienasi itu mereka tidak betah hidup bersama dengan masyarakat (keluarga) yang telah melahirkannya. 

Beberapa hasil penelitian yang dilakukan oleh UNESCO (Badan Pendidikan di PBB), memperlihatkan bahwa sebahagian besar dari lulusan pendidikan modern itu terpaksa meninggalkan kepulauan Samoa, pergi keberbagai tempat didaratan Amerika. Sebahagian yang lainnya bertahan untuk menetap di Samoa, diberitakan banyak yang mengalami gangguan mental. Pada umumnya mereka memiliki kecenderungan untuk mengasingkan diri dari masyarakat tradisional Samoa. 
 
Kondisi Samoa yang tragis ini, pada dasarnya tidak disebabkan karena faktor-faktor teknis edukatif, seperti penggunaan TV , kurikulum yang terkonsentrasi atau kehadiran guru jarak jauh, sehingga umpan balik terhadap performansi murid-murid hanya ditangani oleh para instruktur saja. Akan tetapi, karena isi dan suasana pendidikan yang didasain kedalam kurikulum tersebut tidak berakar dari budaya masyarakat Samoa, melainkan dari budaya modern masyarakat Amerika Serikat, yang masih asing bagi masyarakat Samoa. Anak-anak dalam selama sepuluh tahun itu secara sistematis telah tercerabut dari akar budayanya sendiri, sehingga dia dibesarkan oleh pendidikan asing dan menjadi seseorang yang asing dengan masyarakatnya sendiri, dia tumbuh tanpa budayanya. 
 
Pendidikan Indonesia Saat Ini 
Selama masa pandemi covid-19 hampir 3 bulan pendidikan berjalan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh. Setelah melihat pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama pademi covid-19 dan diberlakukan kebijakan new normal, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, metode  pembelajaran jarak jauh (PJJ) nantinya bisa diterapkan secara permanen. Menurut analisis Kemendikbud, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar akan menjadi hal yang mendasar. 
Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, pada kamis 2 Juli 2020. Nadiem mengatakan, “Pembelajaran jarak jauh ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi”. 

Kemendikbud berpikir bahwa saat ini adalah kesempatan melakukan berbagai macam efisiensi dan teknologi dengan software aplikasi dan memberikan kesempatan bagi guru-guru, kepala sekolah dan murid-murid untuk melakukan berbagai macam hybrid model atau school learning management system yang berpotensi sangat besar.    
Sebenarnya dalam hal ini, boleh saja Kemendikbud mencoba melakukan inovasi sebagai bentuk respon dan adaptasi proses modernisasi di era ini. Namun, perlu adanya evaluasi secara berkala dari sistem yang telah berjalan dan penyesuaian antara sistem pendidikan dengan budaya nasional. Oleh  karena itu, seyogianya Kemendikbud juga harus melakukan penelitian secara universal dan sistematis terkait kesiapan masyarakat Indonesia dalam menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) permanen tersebut. 

Indonesia dapat  belajar dari pengalaman tragis masyarakat Kepulauan Samoa. Dapat dilihat betapa hubungan antara pendidikan dan kebudayaan sering terjebak dalam situasi yang dilematis. Disatu pihak ada keinginan untuk tetap mempertahankan tradisi dan budaya asli yang telah menjadi nilai dasar yang mengakar dalam tujuan dan pedoman kehidupan masyarakat, sedangkan dipihak lain ada upaya untuk melakukan perubahan dari luar yang dipengaruhi oleh faktor politis dan budaya asing yang dibawa kedalam institusi pendidikan sehingga berpotensi merombak budaya lokal. 

Hakekatnya pendidikan merupakan sarana budaya dalam pembentukan manusia ideal menurut pandangan masyarakat yang membangun institusi pendidikan itu. Sebab itulah, pendidikan harus berakar dan berorientasi kepada budaya masyarakat yang bersangkutan, apabila mereka tidak ingin kehilangan generasi mudanya. Dipihak lain, lembaga pendidikan dapat berfungsi sebagai “agent of change”  (lembaga perubahan) budaya, cara berpikir, karaker, perilaku dan pandangan dunia generasi muda. Sebaliknya, pendidikan yang tidak berakar dan berorientasi pada kebudayaan nasional akan menghasilkan manusia yang “root less”  tercabut dari akar budaya masyarakat dan bangsanya.  

Pendidikan modern yang terkesan dipaksakan oleh Amerika Serikat kepada anak-anak Samoa yang tidak berakar dari budaya masyarakatnya, telah menjadikan generasi muda Samoa mengalami goncangan budaya (cultural sock), karena sama sekali tidak terjadi kesinambungan antara kehidupan keluarganya dengan disekolah. Setelah menyelesaikan pendidikan dan terjun kedalam masyarakatnya, mereka merasa menjadi orang asing dalam masyakatnya sendiri. Dampak traumatik seperti inilah yang sangat mengkhawatirkan apabila pendidikan pada anak tidak dilandasi oleh budaya nasional dan budaya religiusnya sendiri. 

Memang hampir diseluruh dunia tanpa terkecuali Indonesia, mengadopsi model pendidikan dari Barat. Meskipun sebagian metodologi dan program yang dikembangkan dapat dicontoh dan diterapkan. Namun landasan filosofis, isi, esensi dan suasana pendidikan itu sendiri haruslah diciptakan agar sesuai dengan tujuan dan cita-cita masyarakatnya sendiri. 

Wassalam.
______________
Penulis adalah Mahasiswa UINSU Medan dan Ketua Umum PW PII Sumut Periode 2019-2021

Editor : Ikal 
Posted by Pw PII Sumut on 17.37 in     No comments »

27 Agustus 2020

Oleh : Melisa

Sumber gambar: qureta.com


 "Bangsa yang dijajah biasanya menjadi malas karena jiwanya senantiasa dikongkong oleh pihak penjajah dan mereka ini tidak mampu membela diri karena rasa kalah telah mematahkan semangat mereka". Ibnu sina

“Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” (Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia.) “ Nelson Mandela

Pendidikan merupakan ujung tombak dari suatu peradaban. Hancur lebur nya jaya dan bertahta nya negara dinilai dari  proses berjalan nya pendidikan didalam negara tersebut. Dalam sejarah peradaban manusia pendidikan adalah salah satu komponen kehidupan yang paling urgen, menajadi bagian terpenting dalam lini kehidupan. Aktivitas ini telah dan akan terus berjalan semenjak manusia pertama ada di dunia sampai berakhirnya kehidupan di muka bumi ini. Bahkan kalau ditarik mundur lebih jauh lagi, kita akan dapatkan bahwa pendidikan telah mulai berproses semenjak Allah Subhana Wata'alaa menciptakan manusia pertama yakni Nabi Adam A'llaihissalam di surga dimana Allah telah mengajarkan kepada Beliau semua nama-nama yang oleh para malaikat belum dikenal sama sekali (QS Al Baqarah: 31-33). 
Allah memuliakan Adam atas para malaikat dengan mengajarkan nama-nama segala sesuatu yang tidak diajarkan kepada para malaikat. Hal ini sangat relevan karena Adam dan keturunannya akan menduduki jabatan sebagai khalifah (penguasa) di muka bumi sebagaimana dijelaskan sebelumnya dalam firman Allah pada ayat 30 : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah (penguasa) di muka bumi" . Selanjutnya kita kaji ayat 31, 32 dan 33 berikut ini :  

وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (32) قَالَ يَا آَدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (33)

"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman : "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
Mereka menjawab : "Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Allah berfirman : "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman : "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?".

Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa penting nya mempelajari ilmu sehingga dapat dikatakan bahwa ini adalah sebagai bentuk wujud keta'atan kita terhadap Allah Subhana Wata'alaa. Pemilik dari segala ilmu. Qalam Allah Subhana Wata'alaa dalam Q. S Al- alaq sebagai ayat pertama yang Allah turunkan ke bumi cukup menjadi bukti konkrit bahwa begitu pentingnya pendidikan dalam lini kehidupan. 
Artinya :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)”. (QS. Al-‘Alaq [ 96 ] : 1-5)
 Dengan ayat pertama yang turun dari Al-qur’an, seperti itulah gambaran pendidikan islam yang seharusnya.
 IQRA! – Bacalah! Metode pendidikan yang berakar dari ‘Baca’ dan sepertinya memang harus digembar-gemborkan lagi. Entah apa maksud terperinci dari ayat tersebut, yang pasti dari kebiasaan baca itulah umat islam bisa maju membangun peradaban Islam. 

Kebangkitan dalam suatu kawasan akan sangat terkait dengan terjadinya proses perubahan dalam segala aspek, termasuk dalam persoalan pendidikan. Pendidikan telah dianggap oleh banyak orang sebagai dasar perbaikan dan pembentukan watak, moral manusia. Bahkan dalam sejarah peradaban umat manusia, kecemerlangan peradaban selalu dikaitkan dengan sistem pendidikan yang menopangnya. Suatu peradaban yang agung selalu didukung oleh suatu sistem pendidikan yang agung. Ini bisa dilihat dari sejarah peradaban yunani, romawi dan islam. Lembaga pendidikan Islam (pesantren, madrasah, sekolah dan perguruan tinggi Islam) mempunyai misi penting yaitu mempersiapkan generasi muda ummat Islam untuk ikut berperan bagi pembangunan ummat dan bangsa di masa depan.

Banyak sekali buku-buku yang ditulis oleh ilmuwan cerdas umat islam yang menjadi pedoman dalam pendidikan saat ini. Namun, saat terjadi peperangan di Baghdad, buku-buku tersebut dibakar dan dibuang ke sungai oleh pasukan salib. Ini merupakan sejarah yang jarang sekali di kisahkan secara terperinci pada generasi-generadi di sekolah. Sepertinya ada yang menutupi dan mengaburkan keaslian sejarah yang sebenar-benar nya. Pendidikan tidak lagi menjadi candu, bukan lagi sebagai kebutuhan primer yang harus di prioritaskan oleh siapapun, terkhusus muda mudi sebagai regenerasi pelopor peradaban. Dan sekarang, umat islam sedang mengalami masa kemunduran dan keterpurukan. Umat islam seperti tidak punya pedoman dalam bidang pendidikan dan kehidupan. Kita lebih senang mengenal Steve Jobs hingga menonton film dokumenternya disbanding membaca kisa dan biografi Ar-Razes. 

Kita lebih dianggap gaul jika mengetahui asal mula Facebook dan penciptanya yakni Mark Zuckerberg yang berasal dari Israel dibanding mempelajari ilmu-ilmu yang ditulis oleh Al-Ghazali. Bahkan, ketika kita jatuh sakit, kita lebih percaya kepada Ilmu kedokteran yang berasal dari China dibanding percaya terhadap ilmu kedokteran ibnu sina. Ini merupakan problematika keumatan dan ke pelajaran yang jika tidak segera di revitalisasi akan berdampak buruk pada masa depan peradaban Islam kelak. Maka solusi nya adalah menjadikan Madrasah sebagai wadah pendidikan sekaligus menjadi pusat peradaban kembali, nilai-nilai agama dan ke tauhidan  menjadi dasar indikator ke tercapaian. Negara tidak lagi mengkabur kan sejarah melalui sistem terkoordir sehingga menjadi hal yang tabu untuk difahami pelajar. Biarkan mereka matang berfikir dengan nikmat akal yang telah Allah titipkan kepada setiap hamba-Nya. 

Penulis merupakan Mahasiswa KKN DR kelompok 98 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan 
Posted by Pw PII Sumut on 12.29 in     No comments »

19 Agustus 2020

Oleh : Ridho 
Sudah lebih dari 5 bulan virus corona menggemparkan seluruh Negara dan menjadi pandemi global. Virus yang awal penyebarannya berasal dari kota Wuhan, China, telah memakan banyak korban jiwa. Dikutip dari  KOMPASTV tanggal 3 agustus 2020 update covid-19 di Indonesia yaitu: 113.134 kasus, 70.237 sembuh, dan 5.302 meninggal. Jika dilihat dari laporan tersebut, tidak terbayangkan bagaimana dengan Negara lain danberapa banyak kasus jika seluruh Negara ditotalkan.Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Rumitnya penanganan wabah covid 19 ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan  yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. Sosial distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran covid-19, karena kebijakan ini berdampak negatif terhadap segala aspek kehidupan.

Pada hari senin tanggal 16 maret 2020 Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor beliau menyampaikan “Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan Ibadah di rumah perlu terus digencarkan untuk mengurangi penyebaran Covid-19”. 

Pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut karena melihat semakin bertambahnya angka pasien terindikasi, suspek,meninggal membuat sebagian masyarakat akhirnya harus memutar otak untuk tetap bertahan hidup di rumah aja dengan melakukan berbagai hal yang membawa dampak positif terlebih mampu membawa keuntungan secara materi di tengah pandemi.
COVID-19 memberikan banyak dampak negatif tak terkecuali bidang pendidikan ikut pula terdampak kebijakan ini. Sejak Maret 2020, kegiatan pembelajaran tidak dilaksanakan di dalam  sekolah bertatapan muka antara guru dan para siswa, namun diganti dengan sistem online atau sistem dalam jaringan (daring).Sistem tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh melalui aplikasi.Oleh karena itu setiap siswa diharapkan memiliki Gadget seperti Komputer, Laptop, atau Handphone Android agar dapat menginstal aplikasi pertemuan jarakjauh tersebut. Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memindahkan proses pembelajran dari sekolah menjadi di rumah, membuat kelimpungann dari banyak pihak. 
Ketidaksiapan stakeholder sekolah melaksanakan  pembelajaran daring menjadi faktor utama kekacauan ini, walaupun sebenarnya pemerintah memberikan alternatif dalam memberikan penilaian terhadap siswa sebagai syarat atau kelulusan dari lembaga pendidikan disaat situasi darurat seperti saat ini.Berbagai ruang diskusi telah dibuka guna mengatasi situasi saat ini. Segenap kebijakan telah diterapkan untuk menyelamatkan sektor pendidikan dari acaman pandemi Corona namun lagi dan lagi hal ini justru mejadi dilema yang berkepanjagan bagi penikmat pendidikan,banyak kejadian-kejadian yang menguras emosi kita seperti yang terjadi baru-baru ini seorang ayah terpaksa mencuri ponsel agar anaknya kembali ikut sekolah setelah libur 1 bulan karena tidak memiliki smartphone.

Tidak melulu soal pendidikan ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha.Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona terhadap industri. Dan dimasa libur seperti sekarang,seharusnya industri pariwisata adalah industri yang mendapat banyak keuntungan.Tingkat kunjungan wisatawan keberbagai tempat wisata selalu meningkat, seluruh tempat wisata selalu ramai dengan pengunjung dari dalam negeri maupun mancanegara.Namun semua pegawai harus dirumahkan dan industry harus ditutup untuk memutuskan penyebaran COVID-19.Selain industri pariwisata, industri UMKM (Usaha Micro kecil Menengah) juga mendapat dampak besar karena COVI-19 ini. 

Imbas dari masuknya virus corona ini ke Indonesia, menyebabkan perekonomian di Indonesia memburuk dikarenakan pekonomian Cina juga turut memburuk dan Indonesia adalah mitra perdagangan terbesar China pada tahun 2019, tercatat ekspor non-migas sebesar US$ 25,8 miliar atau sebesar Rp353,5 triliun dan impor non-migas sebesar US$ 44,6 atau sebesar Rp.611 triliun. Para pelaku usaha UMKM ini terpaksa menutup sejenak usaha mereka untuk mencegah penyebaran COVID-19.  Selain menjadi mitra dagang Indonesia, China juga berperan di sektor pariwisata dan ivestasinya. Tercatat di tahun 2019 wisatawan China adalah wisatawan terbesar kedua yang berkunjung ke Indonesia. 2,1 juta kunjungan, dari 12,9% dari total kunjuangan turis asing. Dan di sektor investasi, China juga merupakan PMA (Penanaman Modal Asing) terbesar kedua pada tahun 2019, yaitu sebesar US$ 4,7 milliar atau Rp64,4 triliun dari 16,8% PMA. 

Dengan melihat perkembangan yang terjadi pada beberapa hari terakhir, dengan banyaknya kasus inveksi Covid-19 di Indonesia, tampaknya dampak lokal dari penyebaran Covid-19 justru akan jauh lebih besar. Tak heran, sejumlah organisasi kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020. Sebagai contoh, Organization of Economic Cooperation and Development (OECD) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia versi mereka dari 5,0 menjadi 4,8 persen. Adapun Moody's menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,9 menjadi 4,8 persen. Bank Indonesia bahkan kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia versi mereka dari sebelumnya 5,0-5,4 persen menjadi 4,2-4,6 persen.

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan stimulus fiskal jilid kedua dengan fokus pada industri manufaktur dan kemudahan ekspor-impor. Stimulus fiskal jilid kedua ini diluncurkan untuk mengatasi dampak negatif wabah virus corona yang menyebar di Indonesia yang juga akan berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia, kinerja ekspor Indonesia, current account deficit (CAD), kinerja fiskal, dan aliran modal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa saat ini ada beberapa insentif perpajakan yang sedang disiapkan pemerintah sebagai bentuk stimulus fiskal jilid kedua tersebut. "Untuk paket stimulus fiskal itu terdiri dari beberapa hal yang sudah saya sampaikan yang mencakup mengenai PPh Pasal 21 yang ditanggung pemerintah untuk industri, kemudian untuk PPh pasal 22 import yang ditangguhkan juga, serta PPh pasal 25 juga sama. Semua paket ini diharapkan dapat dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan," ujar Menkeu.

Dikutip dari Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat virus corona tembus 3,06 juta orang. Angka itu merupakan data per 27 Mei 2020. Secara rinci, tenaga kerja yang terkena masalah PHK dan dirumahkan tersebut terbagi dalam  beberapa kategori. Pertama, pekerja formal yang dirumahkan sebanyak 1.085.284 orang. Kedua, pekerja formal yang terkena PHK akibat corona sebanyak 380.221 orang. Ketiga, pekerja informal terdampak corona 318.959.
Dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia ketenagakerjaan di Indonesia dilihat dari sisi pekerja, pengusaha dan usaha mandiri. Dari sisi pekerja, terjadinya gelombang PHK tenaga kerja dan penurunan pendapatan sebagai akibat terganggunya kegiatan usaha pada sebagian besar sektor.Sebanyak 15,6 persen pekerja mengalami PHK dan 40 persen pekerja mengalami penurunan pendapatan, diantaranya sebanyak 7 persen pendapatan buruh turun sampai 50 persen. Karena dampak pandemik ini pekerja yang terkena PHK  tidak bisa lagi menjadi tulang punggung keluarganya dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.

Baru-baru ini di kutip data dari Coinbase pada tanggal 6/8/2020. Nilai tukar Indonesia US Dollar jatuh pada Rp. 14.597,55.- yang mana hampir menyentuh angka Rp. 15.000,00. Dari data diatas, dapat dilihat salah satu penyebab merosotnya nilai tukar Rupiah ini dikarenakan tidak berjalannya kegiatan ekonomi seperti biasa pada umumnya, yang berakhir pada naiknya angka krisis ekonomi yang dirasakan masyarakat. Al hasil pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi, tingkat kebutuhan semakin tinggi dan pemerataan bantuan kurang memadai, menyebabkan masyarakat tidak tenang, dan bersikap arogan dikarenakan susahnya kehidupa di masa pandemic covid – 19 ini. 
Langkah yang bisa dilakukan guna menyelarasakan di masa pandemic ini, diharapkan kesadaran akan diri sendiri terutama pada kalangan atas, guna berinvestasi di bank agar mendongkrak sisi nilai tukar mata uang. Serta di harapkan kepada seluruh masyarakatnya untuk mengikuti anjuran yang telah dibuat oleh pemerintah, guna memutus rantai covid -19 agar kita dapat melakukan kegiatan seperti biasa kembali. 
Dampak dari Pandemi Covid terhadap Perekonomian Indonesia
Industri  yang terkena dampak
Pertama adalah tingkat tinggi, seperti perusahaan manufaktur otomotif di bawah tekanan besar karena ketergantungan mereka pada rantai pasokan global sehingga menghambat proses produksi. Industri garment yang memberlakukan sistem pengurangan kepadatan karyawan dengan cara dua pekan kerja dan dua pekan libur guna mengurangi penyebaran virus corona, tentu hal ini berdampak pada menurunnya produksi sehingga perusahaan bisa mengalami kerugian yang berujung PHK. Sektor pariwisata dan penerbangan yang sepi penumpang dikarenakan adanya kebijakan social distancing, serta ritel non makanan yang sepi pengunjung. 
Kedua tingkat sedang, seperti industry perfilman yang mengurangi proses syuting, industri media dan pers yang terhambat mencari konten dan berita.

Ketiga tingkat rendah, seperti industry sector jasa hanya sedikit hambatan yaitu orderan jasa yang menurunakan tetapi masih bisa diatasi dan tidak terlalu terpengaruh.
Keuangan digital meningkat
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa virus corona dapat menempel pada benda, uang  adalah salah satunya. Ini adalah alasan mengapa uang digital akan meningkat karena uang digital tidak bisa dipegang atau disentuhsehingga tidak akan menyebabkan terjadinya penularan virus, beda halnya dengan uang fisik (kertas dan logam) yang bisa dipegang dan tentu ini akan menyebabkan terjadinya penyebaran virus. Nilai tukar dollar AS meningkat. Hal ini desabkan oleh banyak hal salah satunya adalah turunnya ekonomi negara China sehingga negara Indonesia terkena imbasnya karena negara kita pro terhadap negara China yang merupakan lawan perangdagang AS-China yang masih panas. Dan sekarang 1 dollar AS telah mencapai sekitarRp. 16.466 (per 25 Maret).

Meningkatnya daya beli produk lokal
Dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh wabah ini ternyata ada sisi baiknya, yaitu pertama meningkatnya daya beli barang lokal dikarenakan pemerintah sudah melarang barang import selama wabah inimasih berlangsung. Kedua, polusi udara menurun akibat kurangnya kendaraan yang disebabkan oleh social distancing pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan konta kantara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan.
Kebijakan Pemerintah Terkait Pandemi Covid-19 
Sosial distancing (Pembatasan sosial), adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi  yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.
Pajak penghasilan ditanggung pemerintah. Penghasilan teratur yang diterima oleh pegawai berpenghasilan 200 juta rupiah setahun yang berkerja pada perusahaan yang terdampak pandemi virus corona mendapat fasilitas Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21) ditanggung pemerintah. Dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 23/PMK.03/2020 perusahaan yang terdampak pandemi virus corona merupakan perusahaan yang terdaftar pada 440 KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha) tertentu dan  perusahaan yang telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor).

Kelonggaranmembayarkredit. Pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di antaranya kelonggaran membayar kredit hingga satu tahun. Selain UMKM, kelonggaran kredit juga akan diberikan kepada tukang ojek dan sopir taksi. Kelonggaran pinjaman tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas  Jasa Keuangan (OJK). Adapun kelonggaran itu berlaku mulai 31 Maret 2020 sampai dengna 31 Maret 2021.
SubsidiListrik. Merupakan kebijakan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN di tengah pandemi virus corona. Kebijakan tersebut sudah mulai diberlakukan sejak 1 April, dan diharapkan semua pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi listrik bisa mengakses subsidi listrik tersebut. PLN sudah berhasil menyediakan listrik gratis atau diskon untuk 8,5 juta pelanggan prabayar atau yang menggunakan token. Rincian pelanggan yang berhak yaitu sebanyak 24 juta pelanggan rumah tangga 450 VA mendapatkan listrik gratis.  Selanjutnya, 7 jutarumah tangga 900 VA bersubsi dimen dapat diskon pembayaran listrik 50 persen selama tiga bulan. Kebijakan ini diperuntukkan bagi rakyat miskin.

Belajar di rumah. Kementerian Pendidikan memberikan sejumlah acuan untuk pelaksanaan belajar dari rumah selama masa pandemic ini. Tidak ada batasan spesifik materi belajar apa saja yang harus dilakukan oleh siswa di rumah. Hal ini karena akses atau fasilitas belajar yang dimiliki masing-masing siswa di rumah tidaklah sama. Untuk menunjang proses kegiatan belajar dari rumah ini kemendikbud sudah melakukan kerja sama dengan beberapa provider telekomunikasi seperti, Indosat, Telkomsel dan XL untuk memberikan kuota edukasi untuk mengakses aplikasi ataupun website belajar.

Posted by Pw PII Sumut on 10.12 in     No comments »

13 Agustus 2020


Sudah lebih dari 5 bulan virus corona menggemparkan seluruh Negara dan menjadi pandemi global. Virus yang awal penyebarannya berasal dari kota Wuhan, China, telah memakan banyak korban jiwa. Dikutip dari  KOMPASTV tanggal 3 agustus 2020 update covid-19 di Indonesia yaitu: 113.134 kasus, 70.237 sembuh, dan 5.302 meninggal. Jika dilihat dari laporan tersebut, tidak terbayangkan bagaimana dengan Negara lain danberapa banyak kasus jika seluruh Negara ditotalkan.Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Rumitnya penanganan wabah covid 19 ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan  yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. Sosial distancing menjadi pilihan berat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran covid-19, karena kebijakan ini berdampak negatif terhadap segala aspek kehidupan.

Pada hari senin tanggal 16 maret 2020 Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor beliau menyampaikan “Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan Ibadah di rumah perlu terus digencarkan untuk mengurangi penyebaran Covid-19”.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut karena melihat semakin bertambahnya angka pasien terindikasi, suspek,meninggal membuat sebagian masyarakat akhirnya harus memutar otak untuk tetap bertahan hidup di rumah aja dengan melakukan berbagai hal yang membawa dampak positif terlebih mampu membawa keuntungan secara materi di tengah pandemi.
COVID-19 memberikan banyak dampak negatif tak terkecuali bidang pendidikan ikut pula terdampak kebijakan ini. Sejak Maret 2020, kegiatan pembelajaran tidak dilaksanakan di dalam  sekolah bertatapan muka antara guru dan para siswa, namun diganti dengan sistem online atau sistem dalam jaringan (daring).Sistem tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh melalui aplikasi.Oleh karena itu setiap siswa diharapkan memiliki Gadget seperti Komputer, Laptop, atau Handphone Android agar dapat menginstal aplikasi pertemuan jarakjauh tersebut. 

Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memindahkan proses pembelajran dari sekolah menjadi di rumah, membuat kelimpungann dari banyak pihak. 
Ketidaksiapan stakeholder sekolah melaksanakan  pembelajaran daring menjadi faktor utama kekacauan ini, walaupun sebenarnya pemerintah memberikan alternatif dalam memberikan penilaian terhadap siswa sebagai syarat atau kelulusan dari lembaga pendidikan disaat situasi darurat seperti saat ini.Berbagai ruang diskusi telah dibuka guna mengatasi situasi saat ini. Segenap kebijakan telah diterapkan untuk menyelamatkan sektor pendidikan dari acaman pandemi Corona namun lagi dan lagi hal ini justru mejadi dilema yang berkepanjagan bagi penikmat pendidikan,banyak kejadian-kejadian yang menguras emosi kita seperti yang terjadi baru-baru ini seorang ayah terpaksa mencuri ponsel agar anaknya kembali ikut sekolah setelah libur 1 bulan karena tidak memiliki smartphone.

Tidak melulu soal pendidikan ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha.Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona terhadap industri. Dan dimasa libur seperti sekarang,seharusnya industri pariwisata adalah industri yang mendapat banyak keuntungan.Tingkat kunjungan wisatawan keberbagai tempat wisata selalu meningkat, seluruh tempat wisata selalu ramai dengan pengunjung dari dalam negeri maupun mancanegara.Namun semua pegawai harus dirumahkan dan industry harus ditutup untuk memutuskan penyebaran COVID-19.Selain industri pariwisata, industri UMKM (Usaha Micro kecil Menengah) juga mendapat dampak besar karena COVI-19 ini. 

Imbas dari masuknya virus corona ini ke Indonesia, menyebabkan perekonomian di Indonesia memburuk dikarenakan pekonomian Cina juga turut memburuk dan Indonesia adalah mitra perdagangan terbesar China pada tahun 2019, tercatat ekspor non-migas sebesar US$ 25,8 miliar atau sebesar Rp353,5 triliun dan impor non-migas sebesar US$ 44,6 atau sebesar Rp.611 triliun. Para pelaku usaha UMKM ini terpaksa menutup sejenak usaha mereka untuk mencegah penyebaran COVID-19.  Selain menjadi mitra dagang Indonesia, China juga berperan di sektor pariwisata dan ivestasinya. Tercatat di tahun 2019 wisatawan China adalah wisatawan terbesar kedua yang berkunjung ke Indonesia. 2,1 juta kunjungan, dari 12,9% dari total kunjuangan turis asing. Dan di sektor investasi, China juga merupakan PMA (Penanaman Modal Asing) terbesar kedua pada tahun 2019, yaitu sebesar US$ 4,7 milliar atau Rp64,4 triliun dari 16,8% PMA.

Dengan melihat perkembangan yang terjadi pada beberapa hari terakhir, dengan banyaknya kasus inveksi Covid-19 di Indonesia, tampaknya dampak lokal dari penyebaran Covid-19 justru akan jauh lebih besar. Tak heran, sejumlah organisasi kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020. Sebagai contoh, Organization of Economic Cooperation and Development (OECD) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia versi mereka dari 5,0 menjadi 4,8 persen. Adapun Moody's menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,9 menjadi 4,8 persen. Bank Indonesia bahkan kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia versi mereka dari sebelumnya 5,0-5,4 persen menjadi 4,2-4,6 persen.

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan stimulus fiskal jilid kedua dengan fokus pada industri manufaktur dan kemudahan ekspor-impor. Stimulus fiskal jilid kedua ini diluncurkan untuk mengatasi dampak negatif wabah virus corona yang menyebar di Indonesia yang juga akan berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia, kinerja ekspor Indonesia, current account deficit (CAD), kinerja fiskal, dan aliran modal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa saat ini ada beberapa insentif perpajakan yang sedang disiapkan pemerintah sebagai bentuk stimulus fiskal jilid kedua tersebut. "Untuk paket stimulus fiskal itu terdiri dari beberapa hal yang sudah saya sampaikan yang mencakup mengenai PPh Pasal 21 yang ditanggung pemerintah untuk industri, kemudian untuk PPh pasal 22 import yang ditangguhkan juga, serta PPh pasal 25 juga sama. Semua paket ini diharapkan dapat dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan," ujar Menkeu.

Dikutip dari Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat virus corona tembus 3,06 juta orang. Angka itu merupakan data per 27 Mei 2020. Secara rinci, tenaga kerja yang terkena masalah PHK dan dirumahkan tersebut terbagi dalam  beberapa kategori. Pertama, pekerja formal yang dirumahkan sebanyak 1.085.284 orang. Kedua, pekerja formal yang terkena PHK akibat corona sebanyak 380.221 orang. Ketiga, pekerja informal terdampak corona 318.959.
Dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia ketenagakerjaan di Indonesia dilihat dari sisi pekerja, pengusaha dan usaha mandiri. Dari sisi pekerja, terjadinya gelombang PHK tenaga kerja dan penurunan pendapatan sebagai akibat terganggunya kegiatan usaha pada sebagian besar sektor.Sebanyak 15,6 persen pekerja mengalami PHK dan 40 persen pekerja mengalami penurunan pendapatan, diantaranya sebanyak 7 persen pendapatan buruh turun sampai 50 persen. Karena dampak pandemik ini pekerja yang terkena PHK  tidak bisa lagi menjadi tulang punggung keluarganya dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari.

Baru-baru ini di kutip data dari Coinbase pada tanggal 6/8/2020. Nilai tukar Indonesia US Dollar jatuh pada Rp. 14.597,55.- yang mana hampir menyentuh angka Rp. 15.000,00. Dari data diatas, dapat dilihat salah satu penyebab merosotnya nilai tukar Rupiah ini dikarenakan tidak berjalannya kegiatan ekonomi seperti biasa pada umumnya, yang berakhir pada naiknya angka krisis ekonomi yang dirasakan masyarakat. Al hasil pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi, tingkat kebutuhan semakin tinggi dan pemerataan bantuan kurang memadai, menyebabkan masyarakat tidak tenang, dan bersikap arogan dikarenakan susahnya kehidupa di masa pandemic covid – 19 ini. 

Langkah yang bisa dilakukan guna menyelarasakan di masa pandemic ini, diharapkan kesadaran akan diri sendiri terutama pada kalangan atas, guna berinvestasi di bank agar mendongkrak sisi nilai tukar mata uang. Serta di harapkan kepada seluruh masyarakatnya untuk mengikuti anjuran yang telah dibuat oleh pemerintah, guna memutus rantai covid -19 agar kita dapat melakukan kegiatan seperti biasa kembali. 
Dampak dari Pandemi Covid terhadap Perekonomian Indonesia Industri  yang terkena dampak.

Pertama adalah tingkat tinggi, seperti perusahaan manufaktur otomotif di bawah tekanan besar karena ketergantungan mereka pada rantai pasokan global sehingga menghambat proses produksi. Industri garment yang memberlakukan sistem pengurangan kepadatan karyawan dengan cara dua pekan kerja dan dua pekan libur guna mengurangi penyebaran virus corona, tentu hal ini berdampak pada menurunnya produksi sehingga perusahaan bisa mengalami kerugian yang berujung PHK. Sektor pariwisata dan penerbangan yang sepi penumpang dikarenakan adanya kebijakan social distancing, serta ritel non makanan yang sepi pengunjung. 

Kedua tingkat sedang, seperti industry perfilman yang mengurangi proses syuting, industri media dan pers yang terhambat mencari konten dan berita.

Ketiga tingkat rendah, seperti industry sector jasa hanya sedikit hambatan yaitu orderan jasa yang menurunakan tetapi masih bisa diatasi dan tidak terlalu terpengaruh.

Keuangan digital meningkat seperti yang sudah kita ketahui bahwa virus corona dapat menempel pada benda, uang  adalah salah satunya. Ini adalah alasan mengapa uang digital akan meningkat karena uang digital tidak bisa dipegang atau disentuhsehingga tidak akan menyebabkan terjadinya penularan virus, beda halnya dengan uang fisik (kertas dan logam) yang bisa dipegang dan tentu ini akan menyebabkan terjadinya penyebaran virus. Nilai tukar dollar AS meningkat. Hal ini desabkan oleh banyak hal salah satunya adalah turunnya ekonomi negara China sehingga negara Indonesia terkena imbasnya karena negara kita pro terhadap negara China yang merupakan lawan perangdagang AS-China yang masih panas. Dan sekarang 1 dollar AS telah mencapai sekitarRp. 16.466 (per 25 Maret).

Meningkatnya daya beli produk lokal
Dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh wabah ini ternyata ada sisi baiknya, yaitu pertama meningkatnya daya beli barang lokal dikarenakan pemerintah sudah melarang barang import selama wabah inimasih berlangsung. Kedua, polusi udara menurun akibat kurangnya kendaraan yang disebabkan oleh social distancing pembatasan sosial adalah untuk mengurangi kemungkinan konta kantara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi, sehingga dapat meminimalkan penularan.
Kebijakan Pemerintah Terkait Pandemi Covid-19 
Sosial distancing (Pembatasan sosial), adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi  yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.
Pajak penghasilan ditanggung pemerintah. Penghasilan teratur yang diterima oleh pegawai berpenghasilan 200 juta rupiah setahun yang berkerja pada perusahaan yang terdampak pandemi virus corona mendapat fasilitas Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21) ditanggung pemerintah. Dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 23/PMK.03/2020 perusahaan yang terdampak pandemi virus corona merupakan perusahaan yang terdaftar pada 440 KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha) tertentu dan  perusahaan yang telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor).

Kelonggaranmembayarkredit. Pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di antaranya kelonggaran membayar kredit hingga satu tahun. Selain UMKM, kelonggaran kredit juga akan diberikan kepada tukang ojek dan sopir taksi. Kelonggaran pinjaman tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas  Jasa Keuangan (OJK). Adapun kelonggaran itu berlaku mulai 31 Maret 2020 sampai dengna 31 Maret 2021.

SubsidiListrik. Merupakan kebijakan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN di tengah pandemi virus corona. Kebijakan tersebut sudah mulai diberlakukan sejak 1 April, dan diharapkan semua pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi listrik bisa mengakses subsidi listrik tersebut. PLN sudah berhasil menyediakan listrik gratis atau diskon untuk 8,5 juta pelanggan prabayar atau yang menggunakan token. Rincian pelanggan yang berhak yaitu sebanyak 24 juta pelanggan rumah tangga 450 VA mendapatkan listrik gratis.  Selanjutnya, 7 jutarumah tangga 900 VA bersubsi dimen dapat diskon pembayaran listrik 50 persen selama tiga bulan. Kebijakan ini diperuntukkan bagi rakyat miskin.

Belajar di rumah. Kementerian Pendidikan memberikan sejumlah acuan untuk pelaksanaan belajar dari rumah selama masa pandemic ini. Tidak ada batasan spesifik materi belajar apa saja yang harus dilakukan oleh siswa di rumah. Hal ini karena akses atau fasilitas belajar yang dimiliki masing-masing siswa di rumah tidaklah sama. Untuk menunjang proses kegiatan belajar dari rumah ini kemendikbud sudah melakukan kerja sama dengan beberapa provider telekomunikasi seperti, Indosat, Telkomsel dan XL untuk memberikan kuota edukasi untuk mengakses aplikasi ataupun website belajar.

Penulis : Mahasiswa UINSU, Kelompok KKN 36
Posted by Pw PII Sumut on 18.25 in     No comments »

Oleh : Bukti Syahidluddin Padang



Istilah Zaman Now, Sudah tidak  asing lagi terdengar ditelinga kita, karena istilah ini sudah menjadi sebuah  kalimat   yang  akrab dan menggema  dalam  bahasa era modern sekarang ini , sehingga ketika orang berkata” zaman now”, maka sudah tentu  yang tergambar difikiran  kita  adalah dimana  zaman  yang  serba canggih teknologi, informasi dan telekomunikasi yang serba canggih dan cepat. berkembang dengan  pesat  dan menjadi sebuah gaya hidup bagi para generasi didalamnya.  

Kendati demikian, Istilah zaman now yang ditayangkan, seringkali tidak sesuai dengan yang diharapkan, dimana terjadi k senjangan dengan aturan-aturan  islam yang ada, belum lagi dirong-rongnya akidah dan akhlaq anak muda zaman sekarang yang semakin anjlok dan merosot. Dimana peran anak muda yang sangat diharapkan untuk kemajuan dan  sejahteranya Negara ini? Sehingga lupanya para pemuda terhadap  jati dirinya sebagai pemuda penerus banga, melihat hal demikian, rasanya sangat ironis sekali peran pemuda dan pemudi merasa kehilangan sosok karakter yang sebenarnya.
Sayangnya para generasi muda menjadi salah menyikapi dan menjalani perkembangan  zaman, moral mereka seolah-olah dirampas dan ditelanjangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Bukan  malah memotivasi melainkan meracuni para penerus bangsa ini khususnya para pemuda dan  pemudinya.
 
Jika kita ulas lagi sejarah kejayaan islam dimana para pemuda-pemudi saat itu menjadi ikut ambil alih demi kemajuan Negara mereka, tentu kita tidak lupa bagiamanakisah heroik Muhammad Al-fatih sang penakluk konstantinopel yang mampu menjadi sultan diusia muda, belum lagi kisah usamah bin zaid yang diangkat oleh rasulullah menjadi komandan pasukan kaum muslimin dalam penaklukan syam padahal baru menginjak usia 18 tahun, atau kisah ibnu sina  yang telah hafal Al-Qura’an  diusia 5 tahun serta mampu kemudian menjadi bapak kedokteran Dunia hingga sekarang namanya masyhur dikalangan dunia kedokteran.

Dan tentu juga kita tidak  lupa kisah bapak ekonomi terkemuka dari islam yakni ibnu khaldun serta  zaid  bin Tsabit yang dengan  berani serta Gagah berjihad di usaianya 13 tahun, dan bahkan banyak lagi tokoh muda islam yang mengukir kejayaan diusiamudanya. 

Maka tentu  kita mengharapkan kisah-kisah tersebut menjadi teladan bagi kita sebagai pemuda untuk kembali membuka mata kita bahwa maju dan mundurnya Negara ini ada ditangan kita, lihat bagaimana  sahabat ibnu Abbas pernah mengatakan, “ tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan pemuda. Dan seorang alim tidak diberi ilmu pengetahuan oleh Allah melainkan diwaktu usia mudanya”  dari pernyataan diatas dapat kita simpulkan bahwa peran kita sebagai generasi  pemuda sangat besar demi kemajuan Negara.

Maka  tentu dengan era zaman now ini merupakan sebuah peluang yang luar biasa, untuk kita manfaatkan, kerena teknologi yang serba canggih dapat mendongkrak lebih cepat usaha bisnis kita, contoh  kecilnya dahulu orang ketika menawarkan  sebuah produk dia mesti pergi kepasar untuk memasarkan barangnya, tetapi sekarang kita cukup duduk santai dirumah dengan menggunakan media social,  kita dapat memasarkan produk-produk bisnis kita dengan cepat dengan ribuan jaringan bahkan seluruh dunia dapat melihat produk yang kita tawarkan, dan pengirimannya pun bias lebih cepat dengan adanya jasa pengiriman yang cepat.
Maka dari itu  saya  menawarkan  kepada pemuda  sebuah kiat sukses sebagai pemuda diera zaman Now. Ada 5 hal sikap dan  kebiasaan  yang  mesti kita bangun   agar kita dapat sukses lebih cepat.

Pertama, Perbaiki niat ; salah satu kiat sukses adalah ketika niat kita lurus karena Allah swt, ketika sebuah usaha dan do’a belum juga sesuai dihati maka yang diperlukan adalah hati yang selalu berhusnuzhan kepada Allah swt, karena belum  tentu usaha dan bisnis yang  kita geluti akan langsung  membuahkan hasil , melainkan akan ada jatuh bangun. Maka siapa saja  ingin sukses maka harus husnuzhan dalam segala hal baik husnuzhan kepada Allah maupun berhubungan dengan segala hal, kerena berhusnuzhan atau berbaik sangka itu merupakan bagian dari kunci kesuksesan dalam hidup.

Kedua, Manfaatkan waktu ; tentu kita sebagai manusia memiliki jatah waktu 24 jam dalam sehari dan belum tentu esok hari kita masih punya jatah itu. Maka kita mesti mensyukuri dan memanfaatkan  waktu  sebaik mungkin disegala hal yang bermanfaat untuk membangun kualitas diri kita serta impian kita. Dan kita harus berusaha sekuat tenaga, bahwa  hari esok harus lebih baik daripada hari ini sebagaimana yang dimaksud dalam hadist rasulullah.

Ketiga, Menciptakan  produk yang bernilai jual atau yang sangat dibutuhkan ; tentu salah satu yang menjadi daya tarik dan  berjalannya bisnis kita adalah apabila produk-produk yang kita ciptakan  unik serta yang dibutuhkan  manusia didalam  menjalani hidup, baik dari  segi produk makanan, peralatan, sandang  maupun pangan. 

Keempat, Memanfaatkan  media Sosial dan  menggelutinya ; sudah tentu diera zaman now kita harus mengikuti perkembangan zaman dan  memanfaatkannya, karena kita hidup didunia digitalisasi, maka kita harus memanfaatkan dunia digital dengan bijak, justru dengan canggihnya system informasi zaman sekarang kita dengan mudah memasarkan produk-produk bisnis kita dengan baik, serta membangun jaringan disetiap daerah, kota maupun provinsi bahkan antar  Negara. 

Kelima, Istiqomah dan evaluasi usaha ; ketika kita menjalankan atau merintis sebuah bisnis maka senjata yang paling utama selain dari keberanian , maka yang di butuhkan adalah istiqomah atau  teguh pendirian serta mengevaluasi  kegitan bisnis kitayang yelah kita jalankan serta apa yang kurang dan apa yang mesti di tingkatkan.

Maka  jika kelima kiat sukses diatas dibangun dan ditanamkan dijiwa para pemuda zaman now sekarang ini, insyaAllah kesuksesan akan  kita tuai. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa, kita sebagai pemuda harapan bangsa mempunyai tanggung jawab yang luar biasa, jangan sampai kita kehilangan marwah sebagai pemuda, dizaman sekarang bukan saatnya lagi bermain-main dan berhura-hura  tanpa tujuan yang jelas, sekarang saatnya merangkai mimpi dan membangun masa depan.


Penulis merupakan Mahasiswa UINSU, Jurusan Hukum Ekonomi Syari'ah ( Muamalah), Anggota Kelompok KKN 35
 
 Editor : Ikal 
Posted by Pw PII Sumut on 18.15 in     No comments »

12 Agustus 2020

        

Oleh : Melisa 
      
      Abdullah Nashih Ulwan, menegaskan syarat pendidikan harus dimulai sejak dini. Ketika anak masih berada dalam kandungan,orang tua harus rajin mengajarkan nilai-niali ke tauhidan serta akhlak yang positif. Karena itu pendidikan menjadi aspek terpenting bagi kemajuan peradaban.

          Dalam buku karangan Asadulloh Al-Faruq menjelaskan bahwa proses mengenal kembali Rabb seorang anak benar-benar dimulai dari nol. Peran orang tua akan sangat membantu anak dalam mengenalkan Rabbnya. Orang tua mampu mengarahkan dengan baik, maka anak pun akan semakin cepat mengenal dan memahami Rabbnya. Sebaliknya, orang tua yang memiliki pemahaman yang salah dengan Tauhid nya akan dapat menyesatkan anak. Bertanggung jawab terhadap proses pengenalan kembali anak kepada Rabbnya, bukanlah hal yang mudah. Orang tua berkewajiban mendidik anaknya mengenal Allah sebelum anak mengenal dunia lebih luas dan jauh. Karena itu pola asuh dari orang tua adalah proses terpenting dalam pembangunan karakter anak, orang tua harus matang ilmu dan terampil dalam mentransfer nilai-nilai pendidikan Islam kepada anak.

         Pendidikan merupakan kewajiban moral yang harus dijalankan baik secara verbal maupun non verbal. Proses pembelajaran dalam pendidikan menjadi indikator penilaian dan ke tercapaian dari pendidikan.  Ada banyak ayat dalam Al-quran yang Allah istimewakan membahas khusus persoal pendidikan dan menjadi hal yang wajib karena hal tersebut adalah bagian dari perintah Allah subhana wata'ala. Diantaranya, :

Surat Al-a’alq ayat 1-5:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ {1} خَلَقَ الإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ {2} اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ {3} الَّذِي عَلَّمَ ابِالْقَلَمِ {4} عَلَّمَ اْلإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ {5}
Artinya :”Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui."

Dari Amr Bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya berkata : Raulullah SAW bersabda : “perintahkanlah anakmu untuk melakukan shalat, pada saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka pada saat mereka berusia sepuluh tahun jika mereka meninggalkan shalat dan pisahkanlah mereka dalam hal tempat tidur.” (HR. Abu Dawud)

      Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, " Allah Ta'ala akan menagih tanggungjawab orang tua terhadap anaknya. Siapa yang meremehkan pendidikan mereka dan menelantarkan begitu saja, berarti ia telah gagal. Kebanyakan perilaku buruk anak bersumber dari kesalahan orang tua. Pengabaian nasib pendidikan mereka sangat bertentangan dien dan as-sunnah". Begitu pentingnya pendidikan dalam tatanan kehidupan keluarga dan ber masyarakat. 

        Pada suatu ketika Nabi membariskan Abdullah, Ubaidillah, dan anak-anak paman beliau, Al-Abbas. Kemudian, beliau berkata : “ Barang siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan ini dan itu.” Lalu mereka berlomba-lomba untuk sampai kepada beliau. Kemudian mereka merebahkan diri di atas punggung dan dada beliau. Kemudian, beliau menciumi dan memberi penghargaan. Konsep reward and punishment adalah sebagai nilai tambah dalam pendidikan karakter anak. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri dan terampil. 

        Namun hal yang perlu kita sadari sebagai orang tua adalah konsep pemberian reward and punishment tidak sembarangan, akan menjadi bumerang bagi orang tua ketika selama dalam proses pemberian reward and punishment orang tua tidak memiliki Ilmu maka anak akan terbentuk menjadi karakter yang keras, egois dan merasa cepat puas, itu dikarenakan selama dalam proses pemberian reward and punishment anak menerima proses yang salah. Karena itu orang tua harus terampil dan memiliki bekal ilmu "parenting" dimulai dari dalam keluarga dan dipersiapkan sedini mungkin. 

        Dalam Islam pendidikan karakter anak memiliki beberapa tujuan :
Membentuk anak sebagai insan yang bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa. Ia mengerti dan memahami ilmu agama, kemudian mampu mengamalkan dan mendakwahkan nya, serta bersabar tatkala mempelajari, mengamalkan dan mendakwahkan ilmu agama. Model semacam ini hanya dapat dibentuk melalui pendidikan agama yang di muali dari rumah sebagai peradaban pertama madrasatul ula.

         Membentuk anak sebagai generasi yang kuat, baik secara iman, fisik, mental, keterampilan dan sebagainya. Karena itu anak harus dibentuk sebagai peribadi yang memiliki kekuatan iman dan mental serta terampil dengan cara menjalankan pendidikan yang baik didalam rumah, dan memberikan pendidikan tambahan diluar rumah melalui lingkungan maupun sekolah. 

        Tujuan yang tak kalah penting bagi orang tua dalam rangka mendidik anak adalah menjadikan anak tersebut sebagai anak sholih yang selalu mendoakan orang tua nya, baik tatkala orang tua masih hidup maupun setelah meninggal. 

         Di era generasi Z saat ini, pendidikan karakter anak sulit diterapkan, hanya sebahagian kecil komponen masyarakat di dalam keluarga yang menjalankan pendidikan tersebut. Semakin pesat teknologi dan semakin canggih nya zaman membuat proses dan pen transferan nilai-nilai pendidikan menjadi tabu. Bukan karena kesalahan zaman, tetapi ketidaklihaian orang tua dalam mengkolerasikan proses belajar anak dengan metode yang sesuai dengan era dan usia anak. Karena itu orang tua harus memiliki bekal ilmu dalam membangun karakter anak. Dengan landasan iman dan keteguhan Tauhid membangun peradaban Islam demi tercapainya izzul Islam wal muslimin. 
Posted by Pw PII Sumut on 17.43 in     7 comments »

11 Agustus 2020

Oleh : Mhd Fajar Effendi

Belakangan ini dan mungkin dalam beberapa hari ke depan, pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan menghampiri smartphone kita. Ada yang berupa meme, tausiyah, video, voice, dalil Alquran dan hadis, serta artikel pendek yang ditulis oleh pakar ataupun dari instansi atau lembaga terkait. Semua pesan itu muaranya sama, yakni mencegah terjadinya penyebaran wabah Covid-19.

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, mestinya kita tahu bahwa pesan untuk selalu menjaga kebersihan sebenarnya telah disampaikan oleh Rasulullah SAW sekitar 14 abad yang lalu, baik melalui ucapan maupun teladan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Tujuanya agar umat manusia menjadi orang yang sehat dan kuat, baik jasmani maupun rohani. Dalam sebuah hadis disebutkan: “Seorang mukmin yang kuat (fisik, mental, jiwa, dan raga) lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR Muslim).

Walaupun Nabi Muhammad SAW bukan seorang dokter, beliau atas bimbingan Allah SWT selalu mengingatkan umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan. Caranya, kita bisa aktif melakukan aktivitas membersihkan diri dan lingkungan sekitar agar tetap bersih. Bisa juga hal ini dilakukan dengan cara pasif, yakni tidak mengotori lingkungan sekitar dengan cara berdiam diri.

Ketika menghadapi wabah penyakit yang mematikan, Rasulullah SAW mengingatkan, Dari Usamah bin Zaid, Rasulullah SAW bersabda:  "Tha'un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka, apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari darinya." (HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah juga menganjurkan untuk isolasi bagi yang sedang sakit dengan yang sehat agar penyakit yang dialaminya tidak menular kepada yang lain. Hal ini sebagaimana hadis Nabi, dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat." (HR Bukhari dan Muslim). 
Dengan demikian, penyebaran wabah penyakit menular dapat dicegah dan diminimalisasi.

Aktivitas inilah yang sekarang dikenal dengan social distance, yakni suatu pembatasan untuk memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. Caranya adalah jauhi kerumunan, jaga jarak, dan di rumah saja. Kegiatan social distance tak hanya dalam muamalah seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya, pemerintahan, dan sebagainya yang langsung berhubungan dengan sesama manusia, tetapi juga dalam ibadah.

Dengan demikian, shalat berjamaah di masjid boleh diganti dengan salat di rumah. Shalat Jumat pun boleh diganti dengan salat Zhuhur di rumah guna menghindari wabah penyakit. Inilah yang kemudian dalam hadis yang dijadikan kaidah fikih, yakni : 
Dari Abdullah ibn 'Abbas, Rasulullah SAW bersabda: " la dharara wala dhirar ". Artinya : "tidak boleh berbuat mudarat dan hal yang menimbulkan mudarat" (HR Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal), dijadikan pedoman untuk menghindari mudarat yang lebih besar.

Nabi Muhammad juga sangat mendorong umatnya untuk mematuhi praktik higienis. Gaya hidup sehat akan membuat orang tetap sehat dan aman dari infeksi. Karena itu, dikatakan dalam hadis: “Kesucian itu sebagian dari iman.” Di antara cara menjaga kesucian adalah mencuci tangan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis: “Barang siapa tertidur dan di tangannya terdapat lemak (kotoran bekas makanan) dan dia belum mencucinya, lalu dia tertimpa oleh sesuatu, janganlah dia mencela melainkan dirinya sendiri.” (HR Abu Daud).

Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang dari kalian berwudhu, hendaklah memasukkan air ke dalam hidung, kemudian menyemburkannya. Siapa saja yang ber-istijmar (bersuci menggunakan batu), hendaklah mengganjilkan. Dan, jika seseorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaklah mencuci kedua (telapak) tangannya sebelum memasukkannya ke dalam bejana tiga kali. Maka, sesungguhnya seseorang dari kalian tidak mengetahui ke mana tangannya bermalam." (HR Bukhari).

Uraian tersebut menjelaskan tentang beberapa upaya preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya wabah penyakit termasuk penyebarannya, yakni menjaga kebersihan, isolasi, dan cuci tangan. Namun, terkadang, penyakit tetap saja datang yang menyebabkan terjadinya sakit. Sehingga, harus ada upaya kuratif untuk mengatasi agar sembuh dari penyakit yang dialaminya.

Upaya kuratif yang dilakukan, sebagaimana disarankan oleh Rasulullah Muhammad SAW, adalah berobat. Terbukti bahwa penyakit akibat Covid-19 bisa disembuhkan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis: "Aku pernah berada di samping Rasulullah SAW. Lalu, datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, 'Wahai, Rasulullah, bolehkah kami berobat?' Beliau menjawab, 'Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab, Allah tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.' Mereka bertanya, 'Penyakit apa itu?' Beliau menjawab, 'Penyakit tua.'" (HR Ahmad, Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi).

Melihat kondisi sekarang ini, dengan penyebaran wabah pandemik Covid-19 begitu masif, sementara di sisi lain fasilitas layanan kesehatan yang ada terbatats dan masih belum memadai seperti ruangan isolasi, peralatan medis, tenaga medis, dan vaksin; yang paling efektif adalah menjaga kesehatan diri kita sendiri. 

Hal itu lebih mudah, murah, dan efisien. Setidaknya dengan menjaga kesehatan diri, resiko yang mungkin timbul akan berkurang serta. Cara tersebut juga dapat membantu meringankan sesama.
Karena itu, menjaga kebersihan diri, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, tetap melakukan aktivitas dari rumah, menaati anjuran pemerintah sebagai otoritas yang berwenang, serta berdoa agar terhindar dari penyebaran penyakit menular merupakan ikhtiar yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar terhindar dari wabah sebaran Covid-19.

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
Oleh karena itu segera lah bertaubat dan mendekatkan dirilah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan jauhi maksiat agar virus corona ini segera hilang. Allahu a'lamu bishowab.

  
Editor : Ikal 
Posted by Pw PII Sumut on 12.08 in     No comments »

29 Oktober 2014

Pengunjung memasuki pintu utama di kantor DPP PPP di Jakarta, Senin (18/8). (Republika/ Tahta Aidilla)Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah Partai Islam yang masih terus eksis berasaskan Islam di belantra perpolitikan bangsa ini sejak berdiri pada tanggal 5 Januari 1973 yang merupakan hasil gabungan dari empat partai berbasis Islam yakni  Partai Nahdhatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti.


Perjalan politik PPP dalam pemilu sempat memperoleh prestasi tertinggi Dalam pemilihan umum kedua Orde Baru tahun 1977, perolehan suara PPP 29% dan dalam pemilu 1982 sebesar 27%. Persentase suara dukungan kepada PPP itu terus menurun sepanjang pemilu Orde Baru, terutama pada pemilu 1987, setelah ada politik penggembosan elite NU terhadap PPP yang dipimpin HJ Naro. Kinerja politik PPP membaik kembali pada pemilu 1992 dan Pemilu 1992 di bawah pimpinan Ismail Hasan Metareum. Adapun perolehan suara PPP dalam Pemilu Legislatif 2014 hanya sebesar 7% saja atau setara dengan 39 kursi.

Hasil perolehan suara pada Pemilu terakhir membuktikan elektabilitas Partai ini terus merosot bisa terjadi dikarenakan masyarakat tidak merasakan prestasi atau kerja nyata Partai ini bagi masyrakat disamping tidak ada figur besar yang timbul dari Partai tersebut. Ditambah lagi dengan tersandungnya Ketua Umum Partai . Suryadharma Ali dalam kasus korupsi yang di tetapkan oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), serta kisruh yang saat ini terjadi adalah perpecahan internal yang terjadi didalam tubuh PPP yang di tandai dengan Muktamar PPP di Surabaya dengan  terpilhnya Romahurmuziy sebagai Ketua Umum pada 15 Oktober 2014 yang lalu yang menambah catatan hitam perpolitikan  PPP. 

Lalu bagaimanakah Ummat Islam terkhusunya Ummat Islam Indonesia yang menyaksikan drama politik yang tak lazim yang di pertontonkan oleh PPP yang di pertegas oleh efek dualisme kepengurusan yang akibatnya terjadilah insiden "Terjang Meja" oleh Ketua Fraksi PPP Asrul Azwar dalam Sidang Paripurna DPR RI yang membahas nama kelengkapan dewan. Ini dapat menjadi santapan empuk bagi golongan-golongan yang ingin menjelekkan citra Islam dengan memanfaatkan media untuk memupuk pandangan "Anti Islam" yang akan menumbuhkan skeptisme terhadap hal apapun yang berbau Islam bahakan bagi kaum Muslim itu sendiri.

Islam mengajarkan persatuan dan kesatuan imammah apalagi dalam keadaan berjuang, baik berjuang dalam medan perang bahkan berjuang dalam politik atau berparlemen. Ingatlah bahwa perpecahan di dunia Islam adalah jaminan keberhasilan musuh-musuh Islam dalam menguasai kita. Selama kita tidak merubah kenyataan ini, dunia Islam tidak akan bisa keluar dari kekuasaan musuh. Oleh karena itu seharusnya umat Islam memikirkan cara terbaik untuk keluar dari lingkaran ini daripada sibuk berselisih.

Angin segar akhirnya berhembus dengan adanya wacana Muktamar yang dilakukan pihak SDA di Jakarta adalah upaya Islah bagi Partai yang berlambangkan Ka'bah ini. Adapun tema Muktamar tersebut adalah Islah Nasional Untuk Rakyat. Artinya, bagaimana Islah dimaknai sebagai sebuah cara untuk kembali merukunkan persaudaraan antarbangsa pascapemilu.Sebelumnya, majelis syariah bersama majelis pakar, majelis pertimbangan menyatakan penyelenggaraan muktamar ke VIII yang sah akan berlangsung di Jakarta pada 30 Oktober-2 November 2014.





posted by asha

Posted by Pw PII Sumut on 09.00 in , ,     1 comment »

24 Oktober 2014

Detik detik pelantikan Presiden terpilih Jokowi JK membuat masyarakat terbelah menjadi 2 yaitu antara yang pro terhadap pesta rakyat dan yang tidak setuju. Bagi pihak yang pro menyatakan; “ini adalah bentuk suka cita sekaligus syukuran atas terpilihnya pemimpin harapan mereka dan ini merupakan pesta kemengan rakyat karena Presiden yang terpilih adalah  berasal dari rakyat”. Di pihak yang tidak setuju menyatakan:”ini sangat atraktif  karena akan memberikan kesan dan potensi yang tidak bagus atau berlebihan terutama dihadapan pendukung Prabowo yang selisihnya tidak terlalu besar dengan Jokowi.

Sungguh disayangkan, pesta politik yang di gelar di silang monas kemarin menyisakan hal hal yang melanggar ketertiban umum dan asusila. Ini adalah produk dari politik yang di bangun jokowi JK dan orang orang yang memanfaatkanya. Ada 2 hal yang sangat menyedihkan dalam acara tersebut:
1. Banyaknya fasilitas umum yang rusak di sekitar monas (terutama taman) dan berserakanya sampah sampah di setiap sudut lapangan.
2. Ditemukanya kondom kondom berserakan di sekitar pesta rakyat tersebut. Seperti yang di duga banyak orang acara ini sebagai ajang maksiat (dugem/berzina) oleh relawan atau yang pesta malam itu.
3. Banyaknya generasi muda yang mabuk-mabukan pada acara malam pelantikan tersebut. ini terlihat banyaknya antrian untuk membeli miras pada acara tersebut.
Inilah bukti bukti kongkrit betapa Jokowi tidak mampu menciptakan suasana ke Indonesiaan dan adat ketimuran, padahal jargon REVOLUSI MENTAL sering di dengungkan. Jangan jangan itu semua untuk mengelabui masyarakat untuk memilihnya (pencitraan) dan akhirnya terbukti monas menjadi pesta sexs.
Sungguh ini sangat disayangkan. Pelantikan Jokowi bercampur dengan maksiat.
Mungkin pak Jokowi sudah melalui tahapan Revolusi Mental, akan tetapi para pendukungnya telah mengalami Distorsi Mental.



posted by asha
Posted by Pw PII Sumut on 09.00 in     No comments »

16 April 2014


by Ansor Rasyidin Assad

Pemilihan Umum (Pemilu) yang berorientasi pada pemilihan anggota legislatif telah terlaksana pada tanggal 9 April lalu. Tentunya hingga saat ini banyak pihak terlebih para kontestan yang berharap-harap cemas dalam menunggu hasil penghitungan suara yang resmi dari KPU.meskipun begitu, para pemenang tampaknya sudah bisa ditebak dengan melihat hasil perhitungan cepat (quick count) yang diadakan oleh sejumlah lembaga survey di tanah air yang mana dalam setiap pemilu dari tahun ke tahun hasil perhitungan suara versi KPU tidak jauh berbeda dengan perhitungan quick count.
Hasil ditebak, ummatpun bergejolak. Pasalnya berdasarkan hasil hitung cepat, deretan teratas didominasi oleh partai nasionalis yang cenderung sekuler. Sedangkan partai Islam yang dengan penerapan Syari’at diharapkan dapat membawa Indonesia lebih baik hanya berada di posisi menengah ke bawah. Umat Islampun saling serang dengan sesama muslim. Mengapa memilih partai A yang sekulernya mirip komunis. Mengapa Golput dan mengajak Golput hingga suara Islam diambil oleh sekuler, dan sebagainya. Begitulah ramainya pembicaraan umat Islam pasca pemilu pada saat ini. Bahkan partai Islampun tidak luput dari cercaan. Mengapa tidak bersatu, fusi atau koalisi yang mengakibatkan umat Islam semakin terpecah belah.
Sebuah nasehat yang sangat baik dilontarkan oleh para ulama di setiap menjelang pemilu agar umat Islam saling menghargai pilihan orang lain dan memilih yang terbaik yang akan mewakili kita di pemerintahan dalam menetapkan dan menerapkan perundang-undangan negara. Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan sampai berbuah pada perpecahan. Mungkin nasehat ini berlaku juga pada umat Islam yang tidak menggunakan hak pilihnya alia golput. Hal ini dikarenakan perbedaan pandangan antara umat Islam yang bersikap Golput dengan yang tidak lebih tampak ke permukaan ketimbang perbedaan piihan apabila umat Islam memilih partai sekuler bahkan yang anti Islam sekalipun.
Dilihat dari berbagai sisi, maka perpecahan ini tidaklah menguntungkan bagi perkembangan politik Islam di Indonesia. Alih-alih memperjuangkan Izzul Islam wal Muslimin, yang ada malah potensi umat Islam yang digarap oleh kalangan sekuler dan kafir dalam mengembangkan pemikiran anti Islam.
Oleh sebab itulah maka alangkah lebih baiknya pasca pemilu ini umat Islam Indonesia bersikap saling menjaga ukhuwah sesama muslim dengan cara:
1.      Tidak mempersoalkan kuantitas umat Islam di parlemen. Sebab, sejatinya indikator kemajuan sebuah peradaban bukanlah terletak pada seberapa besar jumlah umat Islam yang duduk di parlemen, melainkan seberapa sadar umat Islam akan pemikiran mengenai penerapan syari’at Islam. Selain itu, kekuasaan umat Islam di parlemen juga bukan jaminan akan tegaknya syari’at Islam. 
2.      Tidak mempermasalahkan tentang plus minus Golput. Sebab pada hakikatnya Pemilu adalah boleh, dan bukan sebuah keharusan. Makanya, dinamakan hak pilih, bukan kewajiban memilih. Yang namanya hak itu boleh digunakan atau tidak, tergantung dari si pemegang hak.
3.      Lebih menekankan perhatian kepada berbagai persoalan keummatan. Sebab akar berbagai problematika ini sebenarnya bermula dari masyarakat yang cenderung apatis dalam memandang Islam. Kalaupun pemerintah berbuat penyimpangan, itu dikarenakan pemerintah juga merupakan dari masyarakat yang dididik di lingkungan apatis syari’at Islam tersebut. Oleh sebab itulah maka momentum pemilu pada saat ini hendaknya dijadikan pelajaran bagi kita dalam membina kader-kader pejuang Islam. Bisa jadi apabila kekuasaan diserahkan kepada umat Islam pada saat ini, umat Islam belum siap dalam menjalankan syari’at Islam yang telah digariskan pemerintah dalam bernegara.


posted by asha
Posted by Pw PII Sumut on 12.41 in ,     2 comments »

15 April 2014


Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari (kiri)
Pertemuan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Capres PDIP Joko Widodo dengan Dubes Vatikan memunculkan tanda tanya di kalangan umat Islam.

Tim Pakar Sekretaris Nasional (Seknas) Jokowi, Eva Kusuma Sundari mengatakan bahwa Jokowi akan menemui dubes dari manapun sesuai prinsip nonblok. Menurut Eva, Dubes Vatikan sama-sama datang sebagai tamu dalam pertemuan yang dilakukan Mega dan Jokowi dengan para dubes, Senin (14/4) malam.

Tapi mengapa harus Dubes vatikan dan Amerika yang di jamu dalam pertemuan tersebut?, tentunya ada kepentingan dan kesepakatan seputar partai dan pemilu yang di bahas, kalau masalah kerjasama antar negara tentunya pak SBY yang akan menjamu kedua Dubes tersebut.

 Pengamat Politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara, mengatakan pihaknya meyakini pertemuan Joko Widodo dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Robert O Blacke untuk membahas kepentingan Pemilu 2014 serta figur cawapres Jokowi.

Kalau lah kepentingan Pemilu di bahas pasti ada transaksi antara kedua belah pihak. Mungkinkah Jokowi kelak menjadi Presiden hanya sebagai representasi dari Mega Wati saja?, kalau begitu ini sangat bertolak belakang dengan cita-cita Nasionalisasi Aset yang digadang-gadang oleh Soekarno.

"Seperti biasa AS akan tanamkan dukungan dan pengaruh baik terhadap figur atau arah kebijakannya. Ini bentuk pendiktean terhadap Indonesia akan posisi strategisnya terhadap dinamika masa depan kawasan Asia Tenggara," ujar Igor Dirgantara di Jakarta, Selasa.

Kira-kira kekayaan alam Indonesia yang mana lagi yang di inginkan oleh Amerika Serikat. Batu Bara yang ada dalam perut bumi kalimantan ataukah Timah yang terkandung di tanah Bangka atau sumber minyak lepas   pantai mana yang di inginkan?

SAATNYA KITA CERDAS DALAM MEMILIH!!!

posted by asha
Posted by Pw PII Sumut on 16.05 in , , ,     1 comment »

15 Januari 2014

Ketika Hak Berjilbab Pelajar Bali peroleh kecaman !
Tindakan pelanggaran menggunakan jilbab di lingkungan sekolah Bali yang baru-baru ini mengundang perihatin dan kontroversi merupakan sebuah kebijakan negatif yang tidak menunjukkan sikap bijak seorang pemimpin ( kepala sekolah ) terhadap masyarakat dilingkungan sekolah. Mengapa ?

Hal ini bahkan tergolong pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan bertentangan dengan amanah  UUD 1945 terutama pasal 29 ayat 1 dan 2 mengenai hak warga negara dalam kebebasan beragama.
Sudah semestinya seorang beragama menjalankan ajaran agamanya. Khususnya kewajiban bagi setiap muslimah untuk mengenakan jilbab. Tapi apa yang terjadi ? seorang siswi di salah satu sekolah Denpasar (Anita) mengaku disuruh pindah sekolah jika tetap ingin memakai jilbab dikarenakan logo osis dan emblem  SMAN 2 nya tidak kelihatan karena tertutupi jilbab.

Ini  menjadi  tugas dan tanggung jawab kita sebagai pelajar,pemuda Islam, para orang tua, aktivis dan seluruh elemen masyarakat.  Tindakan pendangkalan aqidah yang langsung menyentuh pelajar muslim ini harus segera dihentikan !!
Kemendikbud sudah seharusnya mengambil tindakan tegas dalam penyelesaian masalah ini. Ini sudah jelas-jelas melanggar agama dan konstitusi negara. Adalah sebuah kesalahan besar karena otonomi  miring ini ternyata sudah terjadi selama 2 tahun yang dilakukan kepala sekolah SMAN 2 Denpasar dan tidak mendapat perhatian tegas dari pemerintah pusat.

Dan sampai saat ini jaminan 100% memakai jilbab d Denpasar khususnya belum dapat terjamin penuh dikarenakan masih terdapat sekolah SMP dan SMA yang bersikeras melarang secara tertulis untuk mengenakan jilbab pada aturan sekolahnya.

Namun PII (Pelajar Islam Indonesia ) bersama Ormas lainnya tetap berupaya penuh membantu siswi Bali agar kebijakan yang salah tersebut dihapuskan !

Maka sudah saatnya bertindak dan perhatikan saudara kita !! Mari satukan kata dan rasa !!!

Dukung dan bela hak berjilbab bagi pelajar muslim Bali !

PII (Pelajar Islam Indonesia) siap menampung segala aspirasi masyarakat pelajar Indonesia ! Dengan gerakan 10000 PETISI.

Kami tunggu bantuan untuk mengunjungi http://chn.ge/1a4VO8n dan mengisi petisi tersebut.
Dan juga kami menunggu dukungan, kritik dan saran anda ke http://piisumut.blogspot.com/
Terimakasih

Salam

Nesya Ardella Simamora
Kabid Pengembangan Masyarakat Pelajar (PMP)
PW PII SU Periode 2013/2015

28 Januari 2012

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa sesuatu berita, maka bertabayyun lah (konfirmasi), agar kamu tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu...” (Al-Hujurat: 6)

Menurut Ibnu Katsir, ayat diatas termasuk ayat yang agung karena mengandung sebuah pelajaran yang penting agar kita tidak mudah terpancing dan mudah menerima begitu saja berita yang tidak jelas sumbernya. Atau berita yang jelas sumbernya tetapi sumber itu dikenal sebagai media penyebar berita palsu, isu murahan, dan berita yang menebar fitnah.

Dalam kehidupan bersosial, komunikasi merupakan hal yang terpenting. Komunikasi merupakan cara untuk mengungkapkan maksud kepada lawan bicara kita. Dan tentunya, untuk meraih hubungan yang baik dengan orang lain, maka komunikasi yang dibangun haruslah sebaik mungkin. Karena, bila komunikasi tak tersampaikan dengan baik, maka akan terjadi salah pengertian. Dan biasanya konflik horizontal diantara masyarakat berawal dari salah pengertian.

Posted by Pw PII Sumut on 05.23 in ,     No comments »
Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam keadaan merugi. Melainkan orang yang beriman dan yang beramal shaleh dan saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran (Q.S. Al-‘ashr ayat 1-3)

Dalam realitas kehidupan sosial, kita tidak bisa melepaskan diri dari berbagai macam kekhilafan dan kesalahan terhadap orang lain. Akan selalu muncul perbedaan persepsi yang kemudian tidak jarang melahirkan konflik dan perselisihan. Keadaan seperti ini juga sering ditemukan dalam sebuah kepemimpinan. Tidak selalu kebijakan dari seorang pemimpin bisa diterima baik oleh anggota. Ketika segala benturan pendapat terjadi, tentunya perlu tindakan penyelesaian agar tidak menyimpan masalah yang berkelanjutan.
Posted by Pw PII Sumut on 05.20 in ,     No comments »

18 Januari 2012

*Catatan Kecil Leadership Intermediate Training (LIT) Tj. Balai Januari 2012

Beragam warna yang hadir, entah itu dari metode sang instruktur yang menangani training ini. Hanya saja yang tidak disadari adalah apa yang mereka bawa dan yang akan menjadi bekal di kemudian hari bagi mereka: buku, di sini begitu melimpah.

Buku bukan hanya sebagai pegangan bagi peserta, tapi juga untuk pengurus dan instruktur yang ada. Dan lebih dari itu, ide, wacana, logika, retorika, pijak argumen, hingga otak mereka mungkin ada di dalam beberapa buku yang berserak di sini. Yang membedakan mereka tentu terindera (kecenderungannya) dari apa yang mereka bawa dan mereka baca. Tidak percaya? Silahkan mengikuti training ala PII yang akan bikin kelenger dibuatnya.
Posted by Pw PII Sumut on 00.59 in     No comments »
Redaksi ESENSI

Melihat dinamika organisasi belakangan ini, orang yang berfikir pun mulai mengutarakan pertanyaan. Pertanyaan yang timbul mengenai PII Wati misalnya apakah eksistensi PII Wati sekarang masih dibutuhkan, untuk apa PII Wati itu masih dipertahankan dalam bentuk yang otonom, kenapa tidak disatukan saja dengan badan induk, mengapa kader PII Wati sedikit, dan sebagainya. Berikut ini merupakan hasil diskusi untuk mengkaji pertanyaan-pertanyaan diatas.
 
Secara tidak langsung, kegiatan–kegiatan di PII Wati serupa dengan kegiatan-kegiatan di BI, lagipula ketika dibentuk pertama kali tujuan dari PII Wati adalah mengisi kekosongan kader PII wan yang banyak di bui (ini pun masih harus dikaji kembali). Lalu ada pula yang mengatakan pemisahan seperti ini merupakan pengaruh dari faham feminisme.
 
Posted by Pw PII Sumut on 00.40 in     1 comment »
Ternyata sudah lama sekali tidak menulis, kalau melihat dari daftar artikel di blog ini hampir  setahun berhenti menulis di blog ini. Alasan klasik, sibuk tidak sempat untuk menulis. Sebenarnya sih hanya pembenaran atas kemalasan untuk kembali menuangkan ide-ide, curahan hati, gagasan, dalam sebuah tulisan. Dan..sekarang..semangat untuk menulis muncul kembali..semoga tidak seperti yang dulu-dulu, semangat menulis hanya di awal saja..

Karena menulis itu asyik..dulu ketika awal membuat blog yang menjadi lintasan awal adalah bagaimana membuat blog itu menjadi populer, pageranknya tinggi. Tetapi ternyata hal ini membuat semangat untuk menulis hanya musiman, tidak konsisten. Karena kenikmatan untuk menulis belum terasakan, ya mungkin karena niat awalnya hanya untuk sekedar populer-populeran.
Posted by Pw PII Sumut on 00.07 in     2 comments »

26 Agustus 2011

Redaksi ESENSI

Suatu organisasi terdiri dari berbagai macam karakter dan watak manusia yang saling berbeda satu sama lain. Karakter dan watak itulah yang membentuk sifat masing-masing orang. Namun semua itu juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dimana mereka tinggal. 

Suatu organisasi memerlukan suatu loyalitas kerja masing-masing anggotanya terutama dalam bentuk profesionalitas kerja.
Posted by Pw PII Sumut on 17.00 in     No comments »