Korupsi merupakan kata yang sudah tidak asing lagi untuk didengar. Mulai dari pelosok desa sampai kota megapolitan, mulai dari nenek-nenek sampai keorok sudah sering mendengar kata ini.
KORUPSI……
Sekarang hal ini menjadi tema pembahasan yang panjang dan tidak habis-habisnya untuk dibahas. Mulai digubuk reot, kedai kopi, bahkan sampai digedung mewah bertingkat hal ini terus saja dibicarakan baik oleh petani, pedagang, karyawan rendahan, bahkan anggota dewan (yang katanya wakil rakyat).
Bicara tentang hal ini banyak orang jadi pusing memikirkan bagaimana cara untuk mengatasinya. Semua cara mulai dicoba dan beberapa solusi juga sudah diajukan.mulai dari membentuk badan KPK, menciptakan undang-undang korupsi, bahkan ada yang memberi usul untuk menembak mati para koruptor.
Waduh…waduh…terlalu banyak usul nih….
Buat pusing aja…!!!
Bicara korupsi……..Bicara pencurian.
Bicara korupsi biasanya identik dengan uang
Bicara korupsi berarti bicara pencurian uang....!
Nah, ini dia yang mau dibicarakan.
Orang-orang jawa bilang makhluk yang suka mencuri uang itu namanya tuyul. Kalau ada uang yang hilang dari dompet atau hilang dari bawah tilam (tempat penyimpanan turun temurun) atau dari tempat yang lain maka yang mengambil dan mencurinya bisanya tuyul. Dan mitosnya bahwa untuk mencegah tuyul agar tidak mencuri kita bisa gunakan kepiting untuk mengelabuinya agar niat situyul untuk mencuri uang terabaikan karena sudah sibuk bermain dengan kepiting.
Jadi, antara tuyul dan koruptor tidak jauh berbeda karena sama-sam suka mencuri dan yang dicuri juga uang.
Berarti koruptor sama dengan tuyul, maka cara mencegahnya juga sama.
Maka untuk mencegah korupsi tidak perlu pusing-pusing.
tingal sediakan kepiting, maka sikoruptor akan lupa untuk mencuri uang karena sudah asyik bermain kepiting.
Gampang kan….! Ha….ha…..ha…..
1 komentar :
Seharusnya setiap pejabat dihadiahi satu kepiting dalam setiap tugasnya sehingga tidak ada berani macam-macam sama amanahnya
Posting Komentar